SISTEM INFORMASI KESEHATAN
PERAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN DALAM MANAJEMEN
KESEHATAN
Pembangunan Kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat Kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Penyelenggaraan pembangunan Kesehatan dilaksanakan melalui pembangunan Kesehatan yang disusun dalam Sistem Kesehatan Nasional. Komponen pengelolaan Kesehatan tersebut di kelompokkan, yaitu :
- Upaya Kesehatan
- Penelitan dan pengembangan Kesehatan
- Pembiayaan Kesehatan
- Sumber daya manusia Kesehatan
- Sediaan farmasi, alat Kesehatan dan makanan
- Manajemen, informasi dan regulasi Kesehatan
- Pemberdayaan masyarakat
Sistem Informasi Kesehatan atau SIK bagian penting dari manajamen Kesehatan, karena SIK membantu dalam proses pengambilan keputusan untuk:
- Pelaksanaan pelayanan Kesehatan sehari-hari
- Intervensi cepat dalam penanggulangan masalah Kesehatan
- Mendukung manajemen Kesehatan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat terutama dalam penyusunan rencana jangka pendek , jangka menengah dan jangka Panjang.
Sistem informasi Kesehatan yang baik adalah sistem informasi yang mampu menghasilkan data/informasi yang akurat, cepat, lengkap dan tepat waktu/realtime. Data terbagi dalam 2 jenis yaitu:
- Data rutin yaitu data yang pelaporannya ada 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan (triwulan) , 6 bulan (semester) dan 1 tahun sekali (tahunan)
- Data sewaktu-waktu yaitu data yang pelaporan nya hanya pada saat kejadian tertentu misalnya terjadinya wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB)
MANAJEMEN KESEHATAN
Manajemen merupakan kegiatan untuk mengatur orang lain untuk mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Dari sisi manajamen berdasarkan sasaran terdapat tiga jenis manajamen Kesehatan yang diperlukan dalam penyelenggaraan pembangunan Kesehatan yaitu :
- Manajamen Pasien /Klien, fungsi utama yaitu memberikan pelayanan Kesehatan kuratif, preventif dan promotive yang bermutu kepada pasien/klien, baik di tingkat pelayanan Kesehatan dasar maupun di tingkat pelayanan Kesehatan rujukan.
- Manajemen Unit Kesehatan, tujuan manajemen umum dari suatu unit kesehatan adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap suatu penduduk tertentu di dalam wilayah kerja pelayanannya dengan sumber daya yang ada. Fasilitas kesehatan dapat diklasifikasikan Faskes Tingkat 1,2,3
- Manajemen Sistem Kesehatan, tujuan dari manajemen Sistem Kesehatan adalah untuk mengkoordinasikan dan memberikan dukungan perencanaan dan manajemen kepada tingkat penyedia pelayanan kesehatan. Beberapa contoh dari fungsi manajemen Sistem Kesehatan adalah sebagai berikut:
- Penetapan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan kesehatan
- Koordinasi lintas sektoral
- Perencanaan strategis dan penyusiinan program kesehatan
- Penganggaran dan alokasi sumber daya finansial
- Pengorganisasian sistem, termasuk mekanisme rujukan
- Pengembangan tenaga kesehatan, termasuk pendidikan berkelanjutan
- Manajemen sumber daya, mencakup keuangan, tenaga kesehatan, dan informasi kesehatan
- Manajemen dan distribusi peralatan, bahan, dan obat
- Surveilans penyakit
- Pengawasan terhadap pelayanan-pelayanan kesehatan
SISTEM
INFORMASI KESEHATAN DI INDONESIA
Kementrian
Kesehatan sudah sejak lama mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS).
Kerangaka kebijakan SIK yaitu untuk mencapai SIK terintegrasi yang handal yang
mampu memberi dukungan secara adekuat bagi pembangunan Kesehatan.
Guna mendukung misi kementerian kesehatan dan untuk mencapai visi SIK, ditetapkan misi dari SIK dengan mengacu pada isu-isu strategis dan masukan komponen SIK sebagai berikut:
- memperkuat pengelolaan SIK yang meliputi landasan hukum, kebijakan dan program, advokasi dan koordinasi.
- menstandarisasi indikator kesehatan agar dapat menggambarkan derajat kesehatan masyarakat.
- memperkuat sumber data dan membangun jejaringnya dengan semua pemangku kepentingan termasuk swasta dan masyarakat madani.
- meningkatkan pengelolaan data kesehatan yang meliputi pengumpulan, penyimpanan, dan analisis data, serta diseminasi informasi.
- memperkuat sumber daya Sistem Informasi Kesehatan yang meliputi pemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana dan prasarana.
STRATEGI PENGEMBANGAN SIKNAS
Strategi Pengembangan SIKNAS yang juga dalam rangka mendukung pencapaian misi SIKNAS sebagai berikut:
- Mengembangkan dan menetapkan kebijakan dan standar SIK.
- Melakukan evaluasi dan standarisasi indikator kesehatan serta memperbaiki tatacara pemuktahirannya.
- Memperkuat pengumpulan data kesehatan berbasis fasilitas dan komunitas.
- Membangun mekanisme aliran data kesehatan dari lintas sektor.
- Memperkuat manajemen SIK pada semua tingkat sistem kesehatan.
- Melakukan advokasi dan koordinasi dalam upaya memperkuat sumber daya SIK.
- Advokasi dan koordinasi penggunaan TIK di sektor kesehatan sebagai alat untuk meningkatkan manajemen dan pelayanan kesehatan
- Memperkuat pendanaan, SDM dan infrastruktur
- Mendorong tersedia dan terlaksananya prosedur yang menjamin kualitas data
Penataan
data transaksi yaitu melakukan penginputan
data tingkat puskesmas, rumah sakit dan jejaring fasyankes lainnya. Menggunakan
perangkat lunak SIKDA generik Puskesmas, SIKDA Dinas Kesehatan dan SIKDA generik
Rumah sakit guna membangun data yang akurat dan cepat.

Comments
Post a Comment